Renungan Teruna, Jumat 27 Februari 2026

LPDP Viral - Hati aman? (1 Samuel 16:7) 

by Kak Dina Mabikafola 

1 Samuel 16:7

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

Beberapa hari belakang ini Tik-tok diramaikan oleh sebuah video tentang seorang wanita yang merupakan alumni penerima bea siswa Negara LPDP(Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang menjadi viral karena ucapannya yang dinilai kurang mencerminkan rasa bangga terhadap Indonesia.

Dia mengungkapkan keinginannya supaya anaknya bukan warga negara Indonesia, walaupun seharusnya dia menyadari bahwa biaya pendidikan dirinya dan suaminya ditopang oleh negara melalui beasiswa yang dibiayai dari pajak rakyat.

Ucapannya menuai perdebatan di masyarakat bahkan pemerintah Indonesia meminta agar biaya pendidikan yang sudah diterima oleh suaminya untuk dapat dikembalikan kepada Negara.

Kalau sesorang lolos dan dapat beasiswa LPDP, sudah pasti dia pintar kan? Ya, tentu saja, itu sebabnya dia dan suaminya bisa mendapatkan bea siswa, tetapi sayang dia tidak bisa menjaga karakternya dengan baik dan tidak cerdas dalam ber media sosial.

Pelajaran baik apa yang bisa kita ambil? 

Seringkali kita fokus pada pencapaian seperti  nilai yang bagus, bisa memenangkan berbagai macam perlombaan , ikut olimpiade, mengusai banyak bahasa, menguasai olahraga tertentu, bisa sekolah di tempat yang popular, dapat bea siswa.

Tapi Tuhan tidak pernah terkesan hanya dengan prestasi.

1 Samuel 16:7 Firman Tuhan berkata demikian

“Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”

Kita bisa pintar, kita bisa berprestasi, tapi kalau hati kita sombong, tidak punya rasa tanggung jawab, tidak punya kasih, tidak punya karakter yang baik semuanya  tidak ada artinya.

Sebagai remaja Kristen kita dipanggil bukan hanya untuk jadi pintar,tapi jadi terang dengan menunjukkan karakter Kristus dalam hidup kita.

Karakter kita dibentuk saat kita dekat dengan Tuhan, saat kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan  berdoa secara rutin

Ya Tuhan tidak sedang mencari remaja  yang hanya pintar dan penuh dengan prestasi, tetapi kosong secara rohani. 

Tuhan rindu kita bertumbuh seimbang, cerdas dalam pikiran, tetapi juga lembut dalam hati. Prestasi dan nilai yang tinggi memang membanggakan baik bagi kita, bagi orangtua dan keluarga, tetapi hati yang melekat kepada Tuhanlah yang menyenangkan-Nya.

 Karena ketika hati kita dekat dengan-Nya, keputusan kita akan lebih bijaksana, perkataan kita lebih terjaga, karakter kita baik dan hidup kita menjadi berkat.

Kiranya kita tidak hanya dikenal sebagai Remaja Kristen yang pintar, tetapi sebagai Remaja Kristen yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh..Amin

Kamu bisa mendengarkan renungan disini