Renungan Teruna, Jumat 22 Mei 2026 (DH)

API PENTAKOSTA (BAGIAN 1) - (Yohanes 16:13a) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Yohanes 16:13a

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, hari minggu nanti tanggal 24 Mei kita akan memperingati hari Pentakosta atau hari Pencurahan Roh Kudus. Kita akan mengingat kembali momen dimana jemaat mula-mula menerima kuasa Roh Kudus yang turun kepada setiap pribadi orang percaya. 

Adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, menjelang hari Pentakosta ini kita mau belajar tentang peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam renungan saat teduh ini, kak Daniel membuat judul renungan yaitu "Api Pentakosta" dan kakak akan membagikan renungan ini menjadi 2 bagian penting yang perlu kita renungkan bersama. Hari ini kita akan membahas tentang "Api Pentakosta (bagian 1)" dan nanti hari senin kita akan melanjutkan tema ini pada bagian yang kedua. 

Adik-adik yang terkasih, dalam ayat bacaan firman Tuhan kita hari ini. Tuhan Yesus menyatakan kepada kita peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita yaitu Roh Kudus sebagai penuntun langkah kita. Adik-adik, ketika Tuhan Yesus mati di kayu Salib, murid-murid merasa ketakutan dan kehilangan arah mau berjalan kemana. Mereka semua merasa bingung dan merasa takut untuk melangkah. Nah, apakah kita hari-hari ini pun mengalami keadaan yang sama yang dialami oleh murid-murid Yesus pada saat itu? Apakah kita sedang mengalami ketakutan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari? Apakah kita sedang bingung tentang masa depan? Apakah kita sedang takut untuk melangkah? 

Adik-adik yang terkasih, ketika murid-murid merasa takut dan ga berani melangkah, Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kebenaran yaitu Roh Kudus kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Kuduslah yang akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran. Artinya, Roh Kuduslah yang akan memimpin dan menuntun setiap orang percaya tetap di dalam jalan-Nya Tuhan. Maka, Roh Kudus yang turun kepada para murid dan para rasul pada momen Pentakosta adalah Roh Kudus yang sama juga yang akan menuntun dan memimpin kita dalam langkah kehidupan kita. 

Jadi adik-adik, dalam kehidupan kita masing-masing, marilah kita meminta tuntunan Roh Kudus untuk memimpin setiap langkah kita sehingga kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Dan marilah kita menyerahkan seluruh kehidupan kita untuk dipimpin oleh Roh Kudus agar kita hidup sesuai dengan kehendak Bapa di sorga. 

Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan firman-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, Amin.


Renungan Teruna, Kamis 21 Mei 2026 (RW)

Segala Perkara (Filipi 4:13) 

by Kak Rahayu Widya


Filipi 4:13

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Sering kali kita berpikir bahwa kita harus kuat menghadapi semuanya sendiri. Tekanan sekolah, keluarga, pertemanan, bahkan pergumulan pribadi kadang membuat kita merasa lelah dan ingin menyerah. Ada hari-hari di mana kita merasa tidak mampu lagi melangkah.

Namun Paulus menuliskan ayat ini bukan saat hidupnya sedang nyaman. Ia justru sedang berada dalam keadaan sulit. Dari sana kita belajar bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dari Tuhan. Filipi 4:13 bukan berarti kita pasti berhasil melakukan semua hal yang kita inginkan, tetapi Tuhan sanggup memberi kekuatan untuk melewati setiap musim kehidupan.

Kadang Tuhan tidak langsung menghilangkan masalah, tetapi Tuhan memberi kekuatan supaya kita tidak kalah oleh masalah itu. Saat kita merasa lemah, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Ada tangan Tuhan yang menopang dan ada kasih Tuhan yang memampukan.

Hari ini mungkin ada yang sedang merasa capek, takut gagal, atau kehilangan semangat. Ingatlah bahwa kekuatan kita terbatas, tetapi kekuatan Tuhan tidak pernah habis. Bersandar kepada Tuhan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa kita percaya Tuhan sanggup menolong kita.

Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk tetap kuat dalam setiap proses kehidupan, percaya bahwa bersama Tuhan tidak ada pergumulan yang terlalu berat untuk dilewati.

Amin


Renungan Teruna, Rabu 20 Mei 2026 (RW)

DIPAKAI TUHAN (Kisah Para Rasul 2:1-4) 

by Kak Rahayu Widya

Kisah Para Rasul 2:1-4

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Sebentar lagi kita akan memasuki peringatan Hari Pentakosta, yaitu hari ketika Roh Kudus dicurahkan kepada murid-murid Tuhan dan hidup mereka diubahkan secara luar biasa. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja, termasuk anak muda.

Sering kali kita merasa belum cukup baik untuk dipakai Tuhan.

Merasa belum pintar berbicara, belum aktif pelayanan, belum punya kemampuan khusus, atau bahkan merasa hidup kita masih penuh kekurangan.

Padahal saat peristiwa Pentakosta terjadi, Tuhan juga memakai orang-orang biasa. Murid-murid Yesus bukan orang sempurna. Mereka pernah takut, gagal, bahkan sempat menyangkal Yesus. Namun ketika Roh Kudus turun atas mereka, hidup mereka berubah dan Tuhan memakai mereka secara luar biasa.

Pentakosta mengajarkan bahwa yang terpenting bukan seberapa hebat kita, tetapi apakah kita mau dipakai Tuhan.

Kadang kita berpikir Tuhan hanya memakai orang yang paling pintar, paling rohani, atau paling berbakat. Tetapi Tuhan justru sering memakai orang yang mau belajar, mau taat, dan mau menyerahkan hidupnya kepada-Nya.

Sebagai anak muda, mungkin kita masih dalam proses mencari jati diri dan masa depan. Namun jangan pernah berpikir bahwa usia muda membuat kita tidak berarti. Tuhan dapat memakai perkataan kita, sikap kita, bahkan hal-hal sederhana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Roh Kudus bukan hanya diberikan untuk membuat kita merasa kuat, tetapi supaya hidup kita dapat dipakai Tuhan di mana pun kita berada di sekolah, kampus, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari.

Karena itu, jangan meremehkan dirimu sendiri.

Mungkin kita merasa biasa saja, tetapi di tangan Tuhan, hidup yang sederhana pun bisa dipakai untuk tujuan yang besar.

Refleksi

Apakah hari ini aku bersedia membuka hati dan membiarkan Tuhan memakai hidupku?

Tuhan tidak mencari orang yang sempurna untuk dipakai-Nya. Tuhan mencari hati yang mau percaya, mau taat, dan mau dibentuk. Biarlah kita mempersiapkan hati menyambut Pentakosta dengan kerinduan untuk hidup lebih dekat kepada Tuhan dan siap dipakai bagi kemuliaan-Nya.

Amin


Renungan Teruna, Selasa 19 Mei 2026 (DM)

Langkah Terbaik (Penghotbah 9:10) 

by Kak Dina Mabikafola

Penghotbah 9:10

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Ade-ade, dalam ibadah Komisi Teruna hari minggu kemarin Mas Ari bercerita tentang kisah hidupnya, karena kondisi perekonomian keluarganya yang tidak memungkinkan untuk membiayai kuliahnya, Mas Ari harus melakukan berbagai macam pekerjaan untuk membiayai kuliahnya, seperti mencuci pakaian, menjadi penari topeng dll. Apapun yang dia temui, maka akan dia kerjakan untuk mendapatkan uang.
Mas Ari membagikan berkat dimana dia selalu mengerjakan apapun yang dia temui, ternyata sangat berguna bagi dia saat ini, berbagai profesi dilakukannya sampai akhirnya Tuhan membawanya untuk manjadi penyiar radio dan ini menjadi panggilannya untuk melayani Tuhan dan menceritakan tentang kasih dan kebaikan Tuhan melalui radio yang dapat di dengarkan oleh banyak orang.

Itu pengalaman hidup Mas Ari,  dan tidak semua orang mengalami hal yang sama.
Tetapi setiap orang memiliki waktu yang sama 24 jam setiap hari dan sebagai anak Tuhan kita harus mempergunakan waktu yang ada saat dengan baik.

Kalau ade-ade saat ini mulai merasa lelah dengan segala aktivitas kehidupan yang padat, Bangun pagi, sekolah, belajar, les, organisasi, pelayanan di Gereja, membantu orangtua, mengerjakan PR dll.
Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan menikmati masa muda dengan berbagai kegiatan dan aktivitas positif, karena masalah ekonomi banyak dari mereka yang harus bekerja seperti Mas Ari karena itu bersyukurlah! jangan malas, jangan mager, jangan jadi kaum rebahan jangan habiskan waktu dengan tidak melakukan apa pun selain berselancar di media sosial hingga berjam-jam dan bukan pada waktu yang tepat. 
 Banyak yang menjadikan rebahan sebagai hal yang “biasa” dilakukan. Rebahan memang nikmat, tapi semua ada porsinya. Karena segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, justru menjadi tidak baik.

Sebagai Anak Muda Kristen, firman Tuhan menasihatkan kita sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Pengkhotbah 9:10, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga…” Selagi masih ada kesempatan, mari kerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dengan sepenuh hati di hadapan Tuhan. Jangan biasakan diri kita mager karena apa yang kita tabur akan kita tuai di masa depan

Menghargai setiap waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan,adalah langkah terbaik untuk menjalani hidup anugerah Tuhan menjadi lebih bermakna...Amin

Renungan Teruna, Senin 18 Mei 2026 (DM)

Jangan Gelisah (Yohanes 14:1) 

by Kak Dina Mabikafola

Yohanes 14:1

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Hari kamis. Tanggal 14 Mei menjadi hari yang istimewa bagi kita umat Kristen karena kita memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga yang memberikan makna yang mendalam bagi kita orang percaya dan salah satunya adalah bahwa Dia mempersiapkan tempat bagi kita di dalam kekekalan seperti yang telah Ka Daniel sampaikan dalam Saat Teduh hari Jumat kemarin

Saat ini kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian. Banyak anak muda merasa cemas memikirkan masa depan, soal sekolah, kuliah, relasi dengan keluarga, relasi dengan teman/sahabat dll.
 Media sosial membuat kita terus membandingkan hidup dengan orang lain, sementara dunia terasa makin tidak stabil. Tidak sedikit orang muda yang terlihat baik-baik saja di luar, tetapi sebenarnya sedang gelisah di dalam hati.
Situasi seperti ini tidak jauh berbeda dengan keadaan murid-murid Yesus dalam Yohanes 14. Saat itu Yesus sedang menyampaikan pesan perpisahan sebelum Ia disalibkan. Murid-murid mulai takut, bingung, dan kehilangan arah karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Mereka merasa masa depan mereka tidak jelas lagi tanpa Yesus bersama mereka secara fisik.

Di tengah kegelisahan itu, Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” — Yohanes 14:1

Kata “gelisah” yang berarti hati yang terguncang, kacau, dan tidak tenang. Namun Yesus mengarahkan murid-murid-Nya untuk berpindah dari ketakutan kepada iman. Ia tidak sekadar berkata “tenang saja,” tetapi memberikan pengharapan bahwa kepergian-Nya bukan akhir dari segalanya.Yesus naik ke surga dengan janji bahwa suatu hari nanti Ia akan datang kembali. Bagi orang percaya, kedatangan Yesus kembali bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi pengharapan yang penuh sukacita. Dunia ini penuh ketidakpastian, tetapi kita memiliki kepastian di dalam Kristus. Karena itu hidup orang percaya seharusnya bukan hidup yang sembarangan, melainkan hidup yang siap menyambut kedatangan Tuhan.

Gunakan masa muda untuk hidup dekat dengan Tuhan, melayani, bertumbuh dalam iman, dan menjadi terang di tengah dunia.

Hari ini kita merenungkan bersama bahwa Kenaikan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Yesus memang pergi, tetapi Dia pergi untuk kembali. Ia naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya kepadaNya
Di tengah dunia yang penuh kecemasan dan ketidakpastian, Yesus mengundang kita untuk percaya kepada-Nya. Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak ada pengharapan sejati di luar Kristus. Karena itu, selama kita masih hidup hari ini, mari gunakan hidup kita untuk mengenal Yesus lebih dalam, hidup dalam iman, dan setia menantikan kedatangan-Nya kembali.
Sering kali kita hidup dalam kekhawatiran tentang masa depan, takut kehilangan arah, atau sibuk mencari pengakuan dunia. Namun melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita tanpa pengharapan.Karena itu, marilah kita belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan, hidup berpusat kepada Kristus, dan menggunakan hidup kita untuk melakukan kehendak-Nya sambil menantikan kedatangan-Nya kembali. Amin