Renungan Teruna, Jumat 22 Mei 2026 (DH)

API PENTAKOSTA (BAGIAN 1) - (Yohanes 16:13a) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Yohanes 16:13a

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, hari minggu nanti tanggal 24 Mei kita akan memperingati hari Pentakosta atau hari Pencurahan Roh Kudus. Kita akan mengingat kembali momen dimana jemaat mula-mula menerima kuasa Roh Kudus yang turun kepada setiap pribadi orang percaya. 

Adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, menjelang hari Pentakosta ini kita mau belajar tentang peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam renungan saat teduh ini, kak Daniel membuat judul renungan yaitu "Api Pentakosta" dan kakak akan membagikan renungan ini menjadi 2 bagian penting yang perlu kita renungkan bersama. Hari ini kita akan membahas tentang "Api Pentakosta (bagian 1)" dan nanti hari senin kita akan melanjutkan tema ini pada bagian yang kedua. 

Adik-adik yang terkasih, dalam ayat bacaan firman Tuhan kita hari ini. Tuhan Yesus menyatakan kepada kita peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita yaitu Roh Kudus sebagai penuntun langkah kita. Adik-adik, ketika Tuhan Yesus mati di kayu Salib, murid-murid merasa ketakutan dan kehilangan arah mau berjalan kemana. Mereka semua merasa bingung dan merasa takut untuk melangkah. Nah, apakah kita hari-hari ini pun mengalami keadaan yang sama yang dialami oleh murid-murid Yesus pada saat itu? Apakah kita sedang mengalami ketakutan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari? Apakah kita sedang bingung tentang masa depan? Apakah kita sedang takut untuk melangkah? 

Adik-adik yang terkasih, ketika murid-murid merasa takut dan ga berani melangkah, Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kebenaran yaitu Roh Kudus kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Kuduslah yang akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran. Artinya, Roh Kuduslah yang akan memimpin dan menuntun setiap orang percaya tetap di dalam jalan-Nya Tuhan. Maka, Roh Kudus yang turun kepada para murid dan para rasul pada momen Pentakosta adalah Roh Kudus yang sama juga yang akan menuntun dan memimpin kita dalam langkah kehidupan kita. 

Jadi adik-adik, dalam kehidupan kita masing-masing, marilah kita meminta tuntunan Roh Kudus untuk memimpin setiap langkah kita sehingga kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Dan marilah kita menyerahkan seluruh kehidupan kita untuk dipimpin oleh Roh Kudus agar kita hidup sesuai dengan kehendak Bapa di sorga. 

Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan firman-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, Amin.


Renungan Teruna, Kamis 21 Mei 2026 (RW)

Segala Perkara (Filipi 4:13) 

by Kak Rahayu Widya


Filipi 4:13

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Sering kali kita berpikir bahwa kita harus kuat menghadapi semuanya sendiri. Tekanan sekolah, keluarga, pertemanan, bahkan pergumulan pribadi kadang membuat kita merasa lelah dan ingin menyerah. Ada hari-hari di mana kita merasa tidak mampu lagi melangkah.

Namun Paulus menuliskan ayat ini bukan saat hidupnya sedang nyaman. Ia justru sedang berada dalam keadaan sulit. Dari sana kita belajar bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dari Tuhan. Filipi 4:13 bukan berarti kita pasti berhasil melakukan semua hal yang kita inginkan, tetapi Tuhan sanggup memberi kekuatan untuk melewati setiap musim kehidupan.

Kadang Tuhan tidak langsung menghilangkan masalah, tetapi Tuhan memberi kekuatan supaya kita tidak kalah oleh masalah itu. Saat kita merasa lemah, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Ada tangan Tuhan yang menopang dan ada kasih Tuhan yang memampukan.

Hari ini mungkin ada yang sedang merasa capek, takut gagal, atau kehilangan semangat. Ingatlah bahwa kekuatan kita terbatas, tetapi kekuatan Tuhan tidak pernah habis. Bersandar kepada Tuhan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa kita percaya Tuhan sanggup menolong kita.

Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk tetap kuat dalam setiap proses kehidupan, percaya bahwa bersama Tuhan tidak ada pergumulan yang terlalu berat untuk dilewati.

Amin


Renungan Teruna, Rabu 20 Mei 2026 (RW)

DIPAKAI TUHAN (Kisah Para Rasul 2:1-4) 

by Kak Rahayu Widya

Kisah Para Rasul 2:1-4

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Sebentar lagi kita akan memasuki peringatan Hari Pentakosta, yaitu hari ketika Roh Kudus dicurahkan kepada murid-murid Tuhan dan hidup mereka diubahkan secara luar biasa. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja, termasuk anak muda.

Sering kali kita merasa belum cukup baik untuk dipakai Tuhan.

Merasa belum pintar berbicara, belum aktif pelayanan, belum punya kemampuan khusus, atau bahkan merasa hidup kita masih penuh kekurangan.

Padahal saat peristiwa Pentakosta terjadi, Tuhan juga memakai orang-orang biasa. Murid-murid Yesus bukan orang sempurna. Mereka pernah takut, gagal, bahkan sempat menyangkal Yesus. Namun ketika Roh Kudus turun atas mereka, hidup mereka berubah dan Tuhan memakai mereka secara luar biasa.

Pentakosta mengajarkan bahwa yang terpenting bukan seberapa hebat kita, tetapi apakah kita mau dipakai Tuhan.

Kadang kita berpikir Tuhan hanya memakai orang yang paling pintar, paling rohani, atau paling berbakat. Tetapi Tuhan justru sering memakai orang yang mau belajar, mau taat, dan mau menyerahkan hidupnya kepada-Nya.

Sebagai anak muda, mungkin kita masih dalam proses mencari jati diri dan masa depan. Namun jangan pernah berpikir bahwa usia muda membuat kita tidak berarti. Tuhan dapat memakai perkataan kita, sikap kita, bahkan hal-hal sederhana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Roh Kudus bukan hanya diberikan untuk membuat kita merasa kuat, tetapi supaya hidup kita dapat dipakai Tuhan di mana pun kita berada di sekolah, kampus, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari.

Karena itu, jangan meremehkan dirimu sendiri.

Mungkin kita merasa biasa saja, tetapi di tangan Tuhan, hidup yang sederhana pun bisa dipakai untuk tujuan yang besar.

Refleksi

Apakah hari ini aku bersedia membuka hati dan membiarkan Tuhan memakai hidupku?

Tuhan tidak mencari orang yang sempurna untuk dipakai-Nya. Tuhan mencari hati yang mau percaya, mau taat, dan mau dibentuk. Biarlah kita mempersiapkan hati menyambut Pentakosta dengan kerinduan untuk hidup lebih dekat kepada Tuhan dan siap dipakai bagi kemuliaan-Nya.

Amin


Renungan Teruna, Selasa 19 Mei 2026 (DM)

Langkah Terbaik (Penghotbah 9:10) 

by Kak Dina Mabikafola

Penghotbah 9:10

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Ade-ade, dalam ibadah Komisi Teruna hari minggu kemarin Mas Ari bercerita tentang kisah hidupnya, karena kondisi perekonomian keluarganya yang tidak memungkinkan untuk membiayai kuliahnya, Mas Ari harus melakukan berbagai macam pekerjaan untuk membiayai kuliahnya, seperti mencuci pakaian, menjadi penari topeng dll. Apapun yang dia temui, maka akan dia kerjakan untuk mendapatkan uang.
Mas Ari membagikan berkat dimana dia selalu mengerjakan apapun yang dia temui, ternyata sangat berguna bagi dia saat ini, berbagai profesi dilakukannya sampai akhirnya Tuhan membawanya untuk manjadi penyiar radio dan ini menjadi panggilannya untuk melayani Tuhan dan menceritakan tentang kasih dan kebaikan Tuhan melalui radio yang dapat di dengarkan oleh banyak orang.

Itu pengalaman hidup Mas Ari,  dan tidak semua orang mengalami hal yang sama.
Tetapi setiap orang memiliki waktu yang sama 24 jam setiap hari dan sebagai anak Tuhan kita harus mempergunakan waktu yang ada saat dengan baik.

Kalau ade-ade saat ini mulai merasa lelah dengan segala aktivitas kehidupan yang padat, Bangun pagi, sekolah, belajar, les, organisasi, pelayanan di Gereja, membantu orangtua, mengerjakan PR dll.
Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan menikmati masa muda dengan berbagai kegiatan dan aktivitas positif, karena masalah ekonomi banyak dari mereka yang harus bekerja seperti Mas Ari karena itu bersyukurlah! jangan malas, jangan mager, jangan jadi kaum rebahan jangan habiskan waktu dengan tidak melakukan apa pun selain berselancar di media sosial hingga berjam-jam dan bukan pada waktu yang tepat. 
 Banyak yang menjadikan rebahan sebagai hal yang “biasa” dilakukan. Rebahan memang nikmat, tapi semua ada porsinya. Karena segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, justru menjadi tidak baik.

Sebagai Anak Muda Kristen, firman Tuhan menasihatkan kita sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Pengkhotbah 9:10, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga…” Selagi masih ada kesempatan, mari kerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dengan sepenuh hati di hadapan Tuhan. Jangan biasakan diri kita mager karena apa yang kita tabur akan kita tuai di masa depan

Menghargai setiap waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan,adalah langkah terbaik untuk menjalani hidup anugerah Tuhan menjadi lebih bermakna...Amin

Renungan Teruna, Senin 18 Mei 2026 (DM)

Jangan Gelisah (Yohanes 14:1) 

by Kak Dina Mabikafola

Yohanes 14:1

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Hari kamis. Tanggal 14 Mei menjadi hari yang istimewa bagi kita umat Kristen karena kita memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga yang memberikan makna yang mendalam bagi kita orang percaya dan salah satunya adalah bahwa Dia mempersiapkan tempat bagi kita di dalam kekekalan seperti yang telah Ka Daniel sampaikan dalam Saat Teduh hari Jumat kemarin

Saat ini kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian. Banyak anak muda merasa cemas memikirkan masa depan, soal sekolah, kuliah, relasi dengan keluarga, relasi dengan teman/sahabat dll.
 Media sosial membuat kita terus membandingkan hidup dengan orang lain, sementara dunia terasa makin tidak stabil. Tidak sedikit orang muda yang terlihat baik-baik saja di luar, tetapi sebenarnya sedang gelisah di dalam hati.
Situasi seperti ini tidak jauh berbeda dengan keadaan murid-murid Yesus dalam Yohanes 14. Saat itu Yesus sedang menyampaikan pesan perpisahan sebelum Ia disalibkan. Murid-murid mulai takut, bingung, dan kehilangan arah karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Mereka merasa masa depan mereka tidak jelas lagi tanpa Yesus bersama mereka secara fisik.

Di tengah kegelisahan itu, Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” — Yohanes 14:1

Kata “gelisah” yang berarti hati yang terguncang, kacau, dan tidak tenang. Namun Yesus mengarahkan murid-murid-Nya untuk berpindah dari ketakutan kepada iman. Ia tidak sekadar berkata “tenang saja,” tetapi memberikan pengharapan bahwa kepergian-Nya bukan akhir dari segalanya.Yesus naik ke surga dengan janji bahwa suatu hari nanti Ia akan datang kembali. Bagi orang percaya, kedatangan Yesus kembali bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi pengharapan yang penuh sukacita. Dunia ini penuh ketidakpastian, tetapi kita memiliki kepastian di dalam Kristus. Karena itu hidup orang percaya seharusnya bukan hidup yang sembarangan, melainkan hidup yang siap menyambut kedatangan Tuhan.

Gunakan masa muda untuk hidup dekat dengan Tuhan, melayani, bertumbuh dalam iman, dan menjadi terang di tengah dunia.

Hari ini kita merenungkan bersama bahwa Kenaikan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Yesus memang pergi, tetapi Dia pergi untuk kembali. Ia naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya kepadaNya
Di tengah dunia yang penuh kecemasan dan ketidakpastian, Yesus mengundang kita untuk percaya kepada-Nya. Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak ada pengharapan sejati di luar Kristus. Karena itu, selama kita masih hidup hari ini, mari gunakan hidup kita untuk mengenal Yesus lebih dalam, hidup dalam iman, dan setia menantikan kedatangan-Nya kembali.
Sering kali kita hidup dalam kekhawatiran tentang masa depan, takut kehilangan arah, atau sibuk mencari pengakuan dunia. Namun melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita tanpa pengharapan.Karena itu, marilah kita belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan, hidup berpusat kepada Kristus, dan menggunakan hidup kita untuk melakukan kehendak-Nya sambil menantikan kedatangan-Nya kembali. Amin


Renungan Teruna, Jumat 15 Mei 2026 (DH)

Ada Tempat yang Tuhan Yesus Siapkan (Yohanes 14:2) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Yohanes 14:2

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Adik-adik, kadang kita terlalu fokus mengejar banyak hal di dunia ini. Nilai bagus, masa depan, popularitas, relasi, pencapaian, dan pengakuan dari orang lain. Semua itu sering bikin kita sibuk sampai lupa kalau hidup ini bukan cuma soal apa yang ada di bumi.

Lewat Yohanes 14:2,  Tuhan Yesus mengingatkan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar yang sudah Dia siapkan, yaitu tempat bersama-Nya di rumah Bapa. Ini menunjukkan kalau Tuhan Yesus bukan cuma peduli tentang hidup kita sekarang, tapi juga tentang kehidupan kekal kita.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal. Artinya, kerajaan surga terbuka bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan sedang mempersiapkan tempat yang penuh damai, sukacita, dan tanpa penderitaan.

Kadang kita terlalu takut kehilangan hal-hal duniawi, padahal Tuhan Yesus sudah menyediakan sesuatu yang jauh lebih indah. Dunia ini sementara, tapi janji Tuhan itu kekal.

Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa hidup bersama Tuhan Yesus itu punya tujuan. Kita bukan cuma hidup untuk ikut arus dunia, tapi dipanggil untuk hidup dekat dengan Tuhan dan mempersiapkan diri untuk kehidupan bersama-Nya.

Pesan rohani bagi kita hari ini adalah: Tuhan sudah menyediakan masa depan kekal bagi anak-anak-Nya, Hidup di dunia ini sementara, Jangan sampai terlalu sibuk mengejar dunia sampai lupa Tuhan dan Tetap hidup dekat dengan Tuhan setiap hari.

Tuhan Yesus pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Itu bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin kita hidup bersama-Nya selamanya. Jadi selama masih ada kesempatan, hiduplah dekat dengan Tuhan dan jangan menjauh dari kasih-Nya.



Renungan Teruna, Rabu 13 Mei 2026 (DH)

Jangan Takut sama Masa Depan (Amsal 23:18) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Amsal 23:18

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Adik-adik, kalau ngomongin masa depan, jujur kadang bikin overthinking ga sihh??
“Besok aku bakal jadi apa ya?”
“Aku bisa sukses gak ya?”
“Kalau gagal gimana?”

Apalagi sebagai Gen Z, kita hidup di zaman yang semuanya kelihatan cepat banget. Scroll media sosial dikit, langsung lihat orang seumuran udah punya bisnis, udah cuan, punya banyak relasi, terkenal, bahkan keliatannya hidup mereka mulus banget. Akhirnya tanpa sadar kita jadi ngebandingin diri sendiri dan mulai merasa tertinggal. Padahal setiap orang punya proses hidup yang beda-beda.

Banyak anak muda sekarang sebenarnya punya mimpi besar, tapi sering kalah sama rasa takut. Takut gagal. Takut gak berhasil. Takut diremehin. Ada juga yang minder karena merasa gak punya pengalaman. Dan akhirnya… gak jadi mulai apa-apa.

Padahal, semua orang besar juga mulai dari nol. Gak ada yang langsung sukses dalam semalam. Daud sebelum jadi raja cuma anak gembala. Yusuf juga sempat jatuh berkali-kali sebelum jadi pemimpin di Mesir. Tuhan sering pakai proses untuk membentuk seseorang jadi lebih kuat.

Tuhan gak pernah bilang perjalanan hidup bakal selalu gampang. Tapi Tuhan janji Dia akan menyertai setiap proses kita. Yang penting jangan berhenti melangkah cuma karena takut gagal.

Mulai aja dulu.
Belajar aja dulu.
Bertumbuh aja dulu.

Gak apa-apa mulai dari kecil. Gak usah gengsi. Karena masa depan yang besar biasanya dibangun dari langkah kecil yang setia. Ingett: gagal bukan akhir segalanya, jangan sibuk bandingin hidup sama orang lain, proses itu penting dan Tuhan bisa pakai siapa aja, termasuk kamu.

Adik-adik, mungkin sekarang kamu belum lihat hasil besar dalam hidupmu. Mungkin kamu masih bingung soal masa depan. Tapi jangan takut. Tuhan masih bekerja dalam hidupmu. Tetap percaya, tetap belajar, tetap berkembang, dan jangan menyerah sama prosesmu.

Karena masa depan bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap berjalan bersama Tuhan sampai akhir.


Renungan Teruna, Selasa 12 Mei 2026 (RW)

DREAM IT (Yeremia 29:11) 

by Kak Rahayu Widya

Yeremia 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Sering kali kita merasa tidak cukup baik untuk memiliki mimpi besar. Ada orang yang sejak kecil dianggap kurang berprestasi, nilainya biasa saja, tidak menonjol, bahkan sering diremehkan. Akibatnya, muncul rasa rendah diri dan mulai percaya bahwa dirinya tidak akan bisa menjadi apa-apa.

Perasaan itu juga yang pernah dialami oleh pembicara. Karena merasa “biasa saja”, muncul ketakutan bahkan tidak berani untuk bermimpi. Takut gagal. Takut ditertawakan. Takut berharap terlalu tinggi lalu kecewa. Akhirnya lebih memilih diam dan berjalan seadanya.

Tetapi Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda dari cara manusia melihat. Tuhan tidak memilih seseorang berdasarkan nilai terbaik, popularitas, atau pencapaian masa lalu. Tuhan melihat hati, proses, dan kesediaan seseorang untuk terus berjalan bersama-Nya.

Siapa sangka, orang yang dulu dianggap kurang berprestasi justru hari ini dipakai Tuhan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Bukan karena hidupnya selalu mudah, tetapi karena ia belajar percaya bahwa masa depan tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan oleh Tuhan sendiri.

Yeremia 29:11 mengingatkan bahwa Tuhan mempunyai rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan bagi setiap kita. Artinya, kita tidak perlu takut untuk bermimpi. Selama mimpi itu kita serahkan kepada Tuhan, Dia sanggup membuka jalan yang bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Jangan biarkan perkataan orang lain membatasi masa depanmu. Jangan biarkan kegagalan hari ini membunuh harapanmu. Bisa jadi, apa yang sekarang terlihat kecil justru sedang diproses Tuhan menjadi sesuatu yang besar.

Bermimpilah. Bukan karena kita hebat, tetapi karena kita punya Tuhan yang hebat.

Kiranya Roh Kudus menolong ade - ade untuk memiliki mimpi dan harapan akan masa depan yg cerah ada di tangan Tuhan 

Amin

Kamu bisa mendengarkan renungan di sini


Renungan Teruna, Senin 11 Mei 2026 (RW)

BOUNCE BACK (Amsal 16:3) 

by Kak Rahayu Widya

Amsal 16:3

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Sering kali kita merasa hidup orang lain terlihat lebih berhasil dibanding diri kita. Ada yang sejak awal terlihat pintar, berprestasi, dan punya jalan hidup yang mulus. Tetapi tidak semua orang memulai hidup dengan cerita seperti itu.

Kesaksian pembicara kemarin mengingatkan bahwa proses hidup tidak selalu mudah. Saat memulai usaha, banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Bahkan dulu ia pernah dianggap gagal karena nilai yang kurang memuaskan, krisis kepercayaan diri dan dikenal sebagai seorang trouble maker. Mungkin jika dilihat manusia, masa depannya terlihat tidak menjanjikan.

Namun di tengah semua itu, ada nasihat dari orang tua yang terus diingat sampai sekarang, yaitu firman Tuhan dari Amsal 16:3: “Arahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN.” Dari situlah ia belajar untuk menyerahkan hidup dan setiap rencananya kepada Tuhan. Perlahan, Tuhan memulihkan hidupnya dan membuatnya mampu bangkit dari kegagalan.

Dari kesaksian ini kita belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Masa lalu tidak selalu menentukan masa depan seseorang. Tuhan sanggup memakai orang yang pernah jatuh, pernah salah, bahkan pernah diremehkan. Ketika hidup diarahkan kepada Tuhan, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan memulai kembali.

Mungkin hari ini ada di antara kita yang merasa tidak cukup baik, kecewa dengan diri sendiri, atau merasa tertinggal dari orang lain. Tetapi ingat, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang mau percaya dan terus berjalan bersama-Nya. Karena bersama Tuhan, selalu ada harapan untuk bounce back.

Jadi, jangan biarkan kegagalan membuat kita berhenti melangkah. Apa yang orang lain lihat sebagai akhir, bisa menjadi awal baru bersama Tuhan. Serahkan setiap proses, usaha, dan masa depan kita kepada-Nya, karena Tuhan mampu mengubah kegagalan menjadi kesaksian hidup yang memberkati banyak orang.

Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk selalu memiliki pengharapan kepada Bapa yg merancangkan masa depan yg terbaik baik anak - anakNya

Amin


Renungan Teruna, Jumat 08 Mei 2026 (DM)

Dia tetaplah Tuhan (Efesus 3:20-21) 

by Kak Dina Mabikafola

Efesus 3:20-21

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Sebagai anak muda pasti punya mimpi, harapan, masa depan yang ingin untuk bisa dicapai dan menjadi target dalam hidup kita. Betul gak?Jangankan anak muda, anak kecil kalau ditanya cita cita pasti menyebutkan dan bahkan menceritakan apa yang menjadi impiannya kelak kalau sudah dewasa. Bagi ade-ade yang sudah menginjak SMP atau bahkan yang saat ini di SMU pasti sudah punya rencana A sampai Z untuk bisa mewujudkan apa yang  dicita-citakan.

Ayat yang kita baca diatas menyatakan bahwa Tuhan berkuasa melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup kita.
Dalam kehidupan terkadang mulai muncul rasa kuatir dalam diri kita, saat kita merasa rencana kita gagal,  saat kuatir karena faktor ekonomi jadi penghalang apakah cita-cita, harapan dan mimpi ku akan jadi kenyataan?apakah rencana yang sudah ku susun berhasil atau tidak? apakah pilihan yang ku ambil ini salah atau tidak ? dan masih banyak kekuatiran lainnya.

Alkitab mengajarkan bahwa kita sebagai orang percaya  harus menghilangkan rasa kuatir kita tentang apapun juga, dan senantiasa menyatakan keinginan kita melalui doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

 Filipi 4 : 6  “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” 

Dalam Saat Teduh kemarin, kamis, 7 Mei kita diingatkan untuk Jangan Pernah berhenti berdoa,  sebagai orang percaya, kita tentu tahu bahwa doa adalah komunikasi antara kita  dengan Tuhan. Dengan doa kita mengucap syukur atas berkat Tuhan, dengan doa juga kita memohon berkatNya.

 Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang bisa kita terima dengan akal budi. Sebagai manusia kita hanya bisa membayangkan apa yang dapat ditangkap oleh pancaindera kita. Karena itulah, kita cenderung untuk memikirkan apa yang terjadi pada saat ini saja. Kita tidak dapat mengerti dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Tuhan. Kita semua punya mimpi, pengharapan tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi kelak dalam perjalanan kita ke masa depan.

Jika saat ini ade-ade kuatir, Ingatlah ada Tuhan dan ingatlah Dia tetaplah Tuhan yang pegang kendali atas semuanya

Ingat dan percayalah bahwa Tuhan punya rencana indah dalam hidup kita, masa depan kita ada dalam tanganNya dan Dia tau yang yang terbaik bagi kita.Amin


Renungan Teruna, Kamis 07 Mei 2026 (DM)

Jangan Pernah Berhenti Berdoa (1 Tesalonikan 5 : 17) 

by Kak Dina Mabikafola

1 Tesalonikan 5 : 17

Tetaplah Berdoa

Pernah suatu hari, teman kaka bercerita tentang masalah hidupnya. Kami berbeda iman, kaka kristiani dan dia muslim, di dalam setiap respon kaka kepadanya, hal pertama yang  kaka sarankan adalah “Berdoa”. Teman kaka itu tidak begitu semangat mendengar saran “berdoa”, karena dia menginginkan jawaban yang lebih spektakuler, jawaban yang lebih  menyenangkan telinganya, jawaban yang memuaskan hatinya karena saran berdoa kesannya terlalu simple baginya.

Tetapi sesungguhnya, bagi kita yang beragama Kristen berdoa adalah senjata utama kita dalam menghadapi setiap persoalan dalam hidup ini.

Doa seringkali tidak melepaskan kita dari masalah, tetapi doa dapat memberi kita kekuatan untuk menghadapi masalah itu. 

Doa bukan jalan terakhir, Doa harus menjadi yang pertama dan utama. 

Jadi keliru jika kita baru ingat berdoa hanya selagi butuh atau kepepet. 

Juga sangat keliru, kalau kita baru berdoa setelah usaha lain-lain yang sudah kita lakukan tidak berhasil 

Doa bukan sekedar soal kata-kata, tetapi juga soal tindakan.

Ada satu yang sangat suka saat kita tidak suka berdoa, siapa dia? Iblis ya Iblis sangat suka kepada mereka yang tidak suka berdoa. Iblis selalu berusaha supaya kita malas berdoa bahkan iblis berusaha dengan segala cara agar kita tidak pernah berdoa.  Iblis tahu ketika kita berdoa, kita sedang memanifestasikan kuasa Tuhan. Karena itu Berdoalah!!!


Karena berdoa :

1. Perintah Tuhan

Berdoa bukan pilihan atau himbauan. Berdoa adalah sebuah perintah.

 Firman Tuhan berkata dalam 1 Tesalonika 5:17: “Tetaplah berdoa.Berarti kita membutuhkan Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari. Sangat berbahaya jika kita berjalan di dunia ini tanpa Tuhan.  Karena ada pencuri (iblis) yang mencuri, membunuh, dan membinasakan (Yohanes 10 : 10).


2.Berarti kita tidak dapat bersandar kepada kekuatan kita sendiri

Doa  yang membuat kita tetap kuat dan berkemenangan.

 Banyak orang jatuh dan gagal karena tidak berdoa. Orang yang selalu mengandalkan Tuhan akan diberkati, sedangkan orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, tidak akan diberkati (Yeremia 17 :5).


Ade-ade mulai hari ini ambil langkah komitmen untuk

JANGAN PERNAH BERHENTI BERDOA!

Kamu bisa mendengarkan renungan di sini


Renungan Teruna, Rabu 06 Mei 2026 (DH)

Tuhan Yesus sedang merenda hidup kita (Pengkhotbah 3:11) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Pengkhotbah 3:11

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya..."

Adik-adik pernah lihat orang merenda? Dari dekat, benangnya kelihatan acak, bahkan seperti kusut dan nggak jelas arahnya. Tapi kalau sudah selesai, hasilnya bisa jadi sesuatu yang indah dan rapi. Prosesnya butuh waktu, kesabaran, dan ketelitian.

Begitu juga dengan hidup kita. Kadang kita merasa hidup ini berantakan, kadang rencana  kita gagal, harapan tidak tercapai, atau keadaan tidak sesuai keinginan. Dari sudut pandang kita, semuanya terlihat seperti “benang kusut”.

Pengkhotbah 3:11 mengingatkan bahwa Tuhan Yesus membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya, bukan waktu kita. Ini berarti ada proses yang harus dilalui, ada penantian yang harus dijalani, dan ada pembentukan yang sedang Tuhan kerjakan. 

Adik-adik, Tuhan Yesus tidak pernah bekerja asal-asalan dalam hidup kita. Dia sedang “merenda” dengan menyusun setiap pengalaman, baik suka maupun duka, menjadi sesuatu yang punya tujuan. Mungkin sekarang kita belum mengerti, tapi Tuhan sedang melihat gambaran besar yang belum kita lihat.

Masalahnya, kita sering tidak sabar. Kita ingin langsung lihat hasilnya sekarang. Padahal proses adalah bagian penting dari karya Tuhan. Tanpa proses, kita tidak akan bertumbuh.

Adik-adik, kalau hari ini hidupmu terasa seperti benang kusut, ingat: itu belum akhir. Tuhan Yesus sedang merenda hidupmu menjadi sesuatu yang indah.


Renungan Teruna, Selasa 05 Mei 2026 (DH)

Suka Duka dipakai-Nya untuk kebaikanku (Roma 8:28) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Setiap orang pasti mengalami dua sisi kehidupan: suka dan duka. Ada hari di mana semuanya terasa menyenangkan, doa dijawab, rencana berjalan lancar, dan hati penuh semangat. Tapi ada juga hari di mana semuanya terasa berat, gagal, kecewa, atau merasa sendirian.

Sering kali kita hanya melihat “suka” sebagai tanda Tuhan bekerja, dan “duka” sebagai sesuatu yang harus dihindari. Padahal Roma 8:28 berkata bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Bukan hanya hal baik, tapi juga hal yang sulit.

Tuhan tidak pernah membuang pengalaman dalam hidup kita. Sukacita dipakai Tuhan untuk menguatkan iman kita, sedangkan kesulitan dipakai untuk membentuk karakter kita. Bahkan hal yang menyakitkan sekalipun bisa Tuhan ubah menjadi sesuatu yang membawa pertumbuhan.

Kita sering ingin hidup yang mulus tanpa masalah. Tapi justru melalui proses (termasuk yang tidak enak) kita belajar sabar, belajar percaya, dan belajar bergantung pada Tuhan. Tanpa duka, kita mungkin tidak akan bertumbuh.

Tuhan melihat hidup kita secara utuh, bukan hanya satu momen. Apa yang hari ini terasa berat, bisa jadi sedang Tuhan pakai untuk mempersiapkan kita ke depan.

Belajar percaya bahwa:

  • Sukacita adalah berkat, tapi bukan satu-satunya cara Tuhan bekerja.
  • Kesulitan bukan akhir, tapi bagian dari proses.
  • Tuhan tetap hadir, baik saat kita senang maupun saat kita terluka.
  • Setiap proses punya tujuan, meskipun kita belum mengerti sekarang.
  • Tidak ada yang sia-sia dalam tangan Tuhan.


Renungan Teruna, Senin 04 Mei 2026

Sukacita di Tengah Duka (Filipi 4:4) 

by Kak Rahayu Widya

Filipi 4:4

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Kemarin kita semua berduka karena kehilagan sosok majelis yg baik hati dan ceria

Bagi keluarga yg ditinggalkan, kehilangan seseorang yang kita kasihi, terlebih di usia yang masih tergolong muda, seringkali terasa tidak adil dan sulit dipahami. Hati kita dipenuhi pertanyaan, bahkan mungkin ada perasaan hampa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


Sebagai manusia, wajar jika kita berduka. Bahkan Alkitab pun tidak menutup kenyataan itu. Yesus Kristus sendiri pernah menangis saat menghadapi kematian Lazarus. Ini menunjukkan bahwa air mata bukan tanda kurangnya iman, melainkan ungkapan kasih yang dalam.


Namun, yang menjadi keunikan iman Kristen adalah di tengah duka, kita tetap memiliki alasan untuk bersukacita. Bukan karena kehilangan itu menyenangkan, tetapi karena kita percaya bahwa hidup tidak berhenti pada kematian. Ada pengharapan yang melampaui apa yang mata kita lihat hari ini.


Hari ini, mungkin kita menangis. Tapi di saat yang sama, kita juga memegang pengharapan. Dan di situlah iman kita dinyatakan bukan saat semuanya baik-baik saja, tetapi saat kita tetap percaya, meski hati terasa berat.


Kiranya Roh Kudus memberikan menghiburan dan kekuatan bagi hati yg berduka

Aminn