Renungan Teruna, Kamis 09 April 2026

No Turning Back (Filipi 3:13-14) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Filipi 3:13-14

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Sering kali, yang membuat seseorang sulit maju dalam kehidupan rohaninya bukan karena ia tidak tahu tujuan hidupnya, tetapi karena ia masih terikat dengan masa lalu. Masa lalu itu bisa berupa kegagalan, dosa, rasa bersalah, atau bahkan kenyamanan lama yang sulit dilepaskan.

Dalam Filipi 3:13–14, Paulus menunjukkan bahwa kehidupan iman bukan tentang melihat ke belakang, melainkan tentang arah hidup ke depan. Ia memakai gambaran seorang pelari. Seorang pelari tidak akan pernah mencapai garis akhir jika ia terus menoleh ke belakang. Fokusnya harus tertuju pada tujuan di depan.

Hal yang menarik, Rasul Paulus tidak menyangkal bahwa masa lalu itu ada. Ia hanya memilih untuk tidak menjadikannya sebagai penghalang. Artinya, “melupakan” di sini bukan berarti menghapus ingatan, tetapi tidak membiarkan masa lalu menguasai arah hidupnya.

Adik-adik, masa lalu bisa menjadi beban yang berat. Mungkin ada kesalahan yang pernah dilakukan, hubungan yang tidak sehat, atau keputusan yang disesali. Semua itu bisa membuat kita merasa tidak layak untuk melangkah lebih jauh bersama Tuhan. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa komitmen kepada-Nya berarti berani melepaskan beban tersebut dan percaya bahwa Tuhan memberikan masa depan yang baru.

“No Turning Back” juga berarti memiliki arah hidup yang jelas. Komitmen kepada Kristus bukan sekadar berhenti dari hal-hal yang salah, tetapi juga aktif mengejar tujuan yang benar, yaitu hidup sesuai dengan panggilan Tuhan. Tanpa arah yang jelas, seseorang akan mudah kembali ke kehidupan lamanya.

Karena itu, komitmen bukan hanya soal meninggalkan, tetapi juga soal mengejar. Meninggalkan dosa dan kebiasaan lama, sekaligus mengejar hidup yang berkenan kepada Tuhan setiap hari.

Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup dalam bayang-bayang masa lalu, tetapi untuk berlari menuju tujuan yang telah Ia siapkan. Mari belajar untuk tidak terus menoleh ke belakang, melainkan melangkah dengan iman, percaya bahwa Tuhan menuntun setiap langkah kita ke depan.

Have a nice day and God Bless.


Kamu bisa mendengarkan renungan disini