Keunikan Ehud (1 Korintus 12:11 & Hakim-Hakim 3:12-31)
by Kak Dina Mabikafola
1 Korintus 12:11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Setelah memberikan upeti, Ehud memakai siasat untuk menemui Eglon. Ehud membawa pedang dan mengikatnya pada pangkal paha kanannya, lalu ia membunuh raja Eglon.
Eglon seorang yang sangat gemuk.
Badan Eglon yang gemuk, menyiratkan bahwa ia menggemukkan dirinya dengan menindas orang Israel, Ehud seorang bertangan kidal, maka ia bisa lolos membawa pedang masuk menemui Eglon karena ia mengikatkannya pada pangkal paha kanannya. Tersirat orang-orang Eglon hanya memeriksa paha kiri karena pada masa itu jarang ada orang bertangan kidal. Allah secara khusus memakai Ehud yang kidal untuk membunuh Eglon.
Setelah membunuh Raja Eglon, Ehud melarikan diri, setelah itu Ehud membawa orang Israel berperang melawan Moab, dan menewaskan sepuluh ribu orang Moab. Hari itu Moab ditundukkan oleh Israel.
Secara fisik Ehud memiliki banyak kekurangan. Ia bukan sekedar kidal, tapi tangan kanannya juga cacat sehingga ia harus menggunakan tangan kirinya untuk mengerjakan apa pun. Namun Tuhan memakai hidup Ehud secara luar biasa. Hanya bersenjatakan pedang buatannya sendiri yang ia simpan di dalam pakaiannya, Ehud berani menghadap raja Moab dan merancang pembunuhan dan itu sudah cukup baginya untuk membunuh raja Moab yaitu Eglon.
Menurut ukuran manusia, Ehud bukanlah siapa-siapa, bahkan ia dipandang sebelah mata dan diremehkan orang karena kecacatannya. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil! Kelemahan Ehud bisa diubah menjadi kekuatan yang dahsyat! Di tangan Tuhan, seorang yang tidak berarti diubahNya menjadi pahlawan
Roh Kudus "memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya" (1Kor 12:11)
Bukan seperti kehendak kita, melainkan kehendak-Nya. Jadi, janganlah kita membanding-bandingkan karunia kita dengan orang lain. Allah sudah merancang kita sesuai dengan tujuan-Nya bagi hidup kita masing-masing.
Marilah kita belajar melihat keunikan diri kita, mensyukuri, dan menghargainya. Kita perlu mencari tahu bagaimana Allah mau memakai kita secara unik, dan mempersiapkan diri kita dengan baik untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Allah persiapkan. Amin
Tuhan Yesus Memberkati
