Jangan Takut sama Masa Depan (Amsal 23:18)
by Kak Daniel Hutauruk
Amsal 23:18
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Adik-adik, kalau ngomongin masa depan, jujur kadang bikin overthinking ga sihh??
“Besok aku bakal jadi apa ya?”
“Aku bisa sukses gak ya?”
“Kalau gagal gimana?”
Apalagi sebagai Gen Z, kita hidup di zaman yang semuanya kelihatan cepat banget. Scroll media sosial dikit, langsung lihat orang seumuran udah punya bisnis, udah cuan, punya banyak relasi, terkenal, bahkan keliatannya hidup mereka mulus banget. Akhirnya tanpa sadar kita jadi ngebandingin diri sendiri dan mulai merasa tertinggal. Padahal setiap orang punya proses hidup yang beda-beda.
Banyak anak muda sekarang sebenarnya punya mimpi besar, tapi sering kalah sama rasa takut. Takut gagal. Takut gak berhasil. Takut diremehin. Ada juga yang minder karena merasa gak punya pengalaman. Dan akhirnya… gak jadi mulai apa-apa.
Padahal, semua orang besar juga mulai dari nol. Gak ada yang langsung sukses dalam semalam. Daud sebelum jadi raja cuma anak gembala. Yusuf juga sempat jatuh berkali-kali sebelum jadi pemimpin di Mesir. Tuhan sering pakai proses untuk membentuk seseorang jadi lebih kuat.
Tuhan gak pernah bilang perjalanan hidup bakal selalu gampang. Tapi Tuhan janji Dia akan menyertai setiap proses kita. Yang penting jangan berhenti melangkah cuma karena takut gagal.
Mulai aja dulu.
Belajar aja dulu.
Bertumbuh aja dulu.
Gak apa-apa mulai dari kecil. Gak usah gengsi. Karena masa depan yang besar biasanya dibangun dari langkah kecil yang setia. Ingett: gagal bukan akhir segalanya, jangan sibuk bandingin hidup sama orang lain, proses itu penting dan Tuhan bisa pakai siapa aja, termasuk kamu.
Adik-adik, mungkin sekarang kamu belum lihat hasil besar dalam hidupmu. Mungkin kamu masih bingung soal masa depan. Tapi jangan takut. Tuhan masih bekerja dalam hidupmu. Tetap percaya, tetap belajar, tetap berkembang, dan jangan menyerah sama prosesmu.
Karena masa depan bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap berjalan bersama Tuhan sampai akhir.
