Renungan Teruna, Selasa 31 Maret 2026

Karya Terbesar (Yohanes 19:30) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Yohanes 19:30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Adik-adik, sering kali kita terpacu untuk menghasilkan sesuatu yang besar seperti prestasi di sekolah, pengakuan dari orang lain, atau pencapaian yang membuat kita bangga. Dunia mengajarkan bahwa “karya terbesar” adalah sesuatu yang terlihat hebat di mata manusia. Namun, firman Tuhan mengarahkan kita untuk melihat sebuah karya yang jauh lebih agung, yang tidak bisa ditandingi oleh apa pun di dunia ini.

Ketika Yesus berkata, “Sudah selesai,” itu bukan sekadar tanda berakhirnya penderitaan-Nya di kayu salib. Itu adalah deklarasi kemenangan. Karya terbesar dalam sejarah manusia telah diselesaikan yaitu penebusan dosa umat manusia. Yesus, yang tidak berdosa, rela menggantikan manusia yang berdosa. Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita terima, agar kita memperoleh hidup yang kekal. 

Adik-adik, penting untuk kita memahami bahwa karya terbesar bukanlah tentang apa yang kita capai, melainkan tentang apa yang Kristus telah lakukan bagi kita. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah. Ini menjadi dasar identitas kita yaitu bahwa kita dikasihi, ditebus, dan dipulihkan oleh karya Kristus.

Karya terbesar bukanlah tentang kita, tetapi tentang Kristus. Apa yang telah Ia selesaikan di kayu salib menjadi bukti kasih Allah yang sempurna. Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita hidup bukan untuk mengejar pengakuan dunia semata, tetapi untuk memuliakan Tuhan yang telah menyelesaikan karya terbesar bagi kita.