Bukti KASIH Terbesar (Roma 5:8)
by Kak Daniel Hutauruk
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Adik-adik, sering kali kita mengukur kasih dari apa yang kita terima. Kalau doa dijawab, kita merasa Tuhan Yesus mengasihi kita. Kalau keinginan kita terpenuhi, kita merasa Tuhan Yesus itu baik.
Namun kutipan khotbah Pak Pdt. Guntur di ibadah minggu kemarin mengingatkan sesuatu yang sangat penting yaitu Bukti kasih Allah yang terbesar BUKANLAH bahwa Ia memberikan apa yang paling kita inginkan di dunia ini, MELAINKAN bahwa Yesus Kristus rela menjadi pengganti kita, tepat pada saat kita paling layak untuk dibinasakan ke dalam neraka.
1. Kasih Tuhan bukan tentang memenuhi keinginan kita
Sebagai remaja, kita sering berharap dapet nilai yang bagus, atau keingin kita terkabul. Lalu kita berpikir, “Kalau Tuhan Yesus kasih itu semua, berarti Dia sayang sama aku". Padahal, kasih Tuhan tidak diukur dari situ. Kalau kasih Tuhan hanya diukur dari apa yang kita dapat, maka saat kita tidak mendapatkannya, kita bisa meragukan Tuhan. Kasih Tuhan Yesus jauh lebih dalam dari sekadar pemberian sementara.
2. Kita sebenarnya tidak layak, tetapi tetap dikasihi
Adik-adik, Alkitab berkata bahwa manusia berdosa dan seharusnya menerima konsekuensi dari dosa itu. Namun, Tuhan Yesus datang dan mengambil tempat kita. Dia menerima yang seharusnya kita terima, supaya kita menerima yang seharusnya Dia miliki. Ini bukan karena kita baik, tetapi karena kasih karunia Tuhan.
3. Salib adalah bukti kasih yang tidak terbantahkan
Roma 5:8 menegaskan:
Yesus mati ketika kita masih berdosa.
Artinya: Tuhan Yesus mengasihi kita sebelum kita layak, Tuhan Yesus gak menunggu kita sempurna, Tuhan Yesus mengambil inisiatif terlebih dahulu. Inilah bukti kasih terbesar yaitu pengorbanan, bukan pemberian yang menyenangkan.
Yukk renungkan apakah selama ini kita mengukur kasih Tuhan dari apa yang kita dapat? apakah kita masih bersyukur saat hidup gak sesuai keinginan kita? bagaimana respons kita terhadap pengorbanan Yesus?
Langkah praktis yang bisa kita lakukan adalah belajar bersyukur, bukan hanya saat keadaan baik, mengingat salib setiap kali merasa Tuhan itu kayak gak adil, dan hidup benar sebagai bentuk respon kasih.
Jadi ketika kita ragu akan kasih Tuhan, jangan lihat keadaan, tapi lihatlah salib. Karena di sanalah bukti kasih terbesar dinyatakan untuk kita.
