Renungan Teruna, Senin 23 Maret 2026

"Sasada Ho" (Mazmur 73:25) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Mazmur 73:25

"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi."

"Sasada Ho" adalah bahasa Batak yang artinya "Hanya kamu", kita pasti sering mendengar ungkapan tersebut. Biasanya ungkapan ini dipakai untuk menunjukkan rasa sayang, kedekatan, atau bahkan ketergantungan kepada seseorang. Tidak jarang, kata ini diucapkan kepada sahabat, pasangan, atau orang yang sangat kita hargai.

Namun, sebagai anak Tuhan, kita perlu bertanya Apakah “sasada ho” dalam hidup kita sudah kita arahkan kepada Tuhan Yesus?

1. Tuhan adalah satu-satunya yang tidak pernah berubah

Manusia bisa berubah. Sahabat bisa menjauh. Orang yang kita anggap penting bisa mengecewakan. Bahkan perasaan kita sendiri bisa berubah sewaktu-waktu.

Mazmur 73:25 menunjukkan hati yang sadar bahwa hanya Tuhan yang benar-benar layak menjadi pusat hidup. Ketika pemazmur berkata, “Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi,” itu bukan berarti ia tidak memiliki apa-apa, tetapi ia memilih Tuhan sebagai yang utama.

Artinya adalah “Sasada ho” yang sejati seharusnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

2. Hati manusia sering salah menempatkan “yang utama”

Sebagai remaja, kita mudah menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai pusat hidup, seperti gadget, pacar, popularitas atau penerimaan dari teman. Tanpa sadar, hal-hal itu menjadi “sasada ho” kita. Padahal, ketika kita menggantungkan hidup pada hal-hal tersebut, kita akan mudah kecewa. Kenapa? Karena semua itu terbatas dan tidak sempurna. Adik-adik, Tuhan tidak melarang kita punya teman atau kesenangan. Tetapi Tuhan mau kita tetap menjadikan Dia yang nomor satu.

3. Menjadikan Tuhan sebagai “Sasada Ho” dalam hidup

Bagaimana caranya?

1. Mengutamakan hubungan dengan Tuhan

2. Mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan

3. Tetap setia walau keadaan tidak sesuai harapan

Ketika kita berkata kepada Tuhan:

“Sasada Ho Tuhan” itu berarti kita memilih Tuhan di atas segalanya, kita percaya Tuhan lebih dari apa pun, kita tetap setia, apapun yang terjadi.

“Sasada ho” bukan sekadar ungkapan perasaan, tetapi keputusan hidup.
Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang utama, hidup kita akan lebih kuat, lebih terarah, dan tidak mudah goyah.

Kamu bisa mendengarkan renungan disini