Renungan Teruna, Senin 13 April 2026

Marah (Yakobus 1:19) 

by Kak Dina Mabikafola 

Yakobus 1:19

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah

Ade-ade kemarin ada berita yang viral yang terjadi di Jembatan Citarum.

Menurut informasi ada mayat seorang pria yang hanyut, pria ini terpeleset jatuh saat berusaha mengambil pisau yang akan dia gunakan untuk mencelakai temannya yang dia anggap mempunyai hubungan yang dekat dengan istrinya.

Sang istri berusaha menjelaskan dan mencegahnya tetapi pria ini sudah dikuasai amarah di perjalanan pisaunya jatuh dibawah jembatan citarum, saat dia berusaha untuk mengambilnya pria itu terpeleset sehingga jatuh, hanyut dan tenggelam.


Pria ini harus kehilangan nyawanya hanya karena emosi yang tidak terkendali.

Mungkin sebenarnya dia punya kemampuan untuk mengambil pisau itu tapi amarah sudah menguasainya sehingga dia jadi tidak berhati-hati.


Ade-ade

Siapa di sini yang pernah terbawa emosi dan menjadi marah minggu ini?


Marah adalah bagian dari emosi dan semua orang punya rasa marah,tapi pertanyaannya, siapa yang pegang kendali kita atau rasa marah kita?


Sekarang kita bayangkan kalau kita lagi kesal,orang tua menegur, teman bikin sakit hati.


Reaksi pertama?


Ngambek?Diam? Marah? jawab dengan nada tinggi?


Pernah ga ade-ade menyesal setelah emosi itu keluar? Aaah andai saya tidak berkata demikian atau andai saya tidak menjawab dengan kasar..aaah andai saya tidak terbawa emosi dan marah


Boleh ga kita marah? Alkitab  berkata kita boleh marah asal jangan berbuat dosa.


Tapi yang jadi masalah adalah saat marah menguasai kita, kita jadi bereaksi tanpa pikir panjang.


Marah yang tidak terkendali jadi pintu untuk kita berbuat dosa.


Langkah yang dapat kita  lakukan saat kita sedang marah


1.Diam 

Jangan langsung respon, tenang dan tarik nafas


2.Berdoa

Walau hanya dalam hati berdoa mohon pertolongan Tuhan supaya diberi ketenangan dan memberikan respon yang benar


3.Pikirkan Dampaknya

Pikirkan dampaknya, jika kita menjawab atau bertindak seperti ini apakah dampaknya negatif, apakah menyakitinya, apakah merugikan?apakah berbuat dosa?


Firman Tuhan dalam Yakobus 1:19 yang kita baca hari ini mengajarkan pada kita untuk

* Cepat dengar

* Lambat bicara

* Lambat marah

Tuhan mau kita bertindak bijak dan benar.


Apakah sulit melakukannya? Apakah sulit mengendalikan marah? Sulit, ya pasti sulit, awalnya pasti kita tidak bisa mengendalikan marah kita, tetapi kita harus melatih diri kita, karena itu perintah Tuhan, kita bisa memohon pertolongan Tuhan, Roh Kudus akan menolong kita, memampukan kita sehingga sedikit demi sedikit kita pasti bisa mengendalikan marah kita.


Ade-ade selamat berproses, kiranya Tuhan Yesus senantiasa menolong kita untuk dapat mengendalikan emosi kita dan hidup seturut dengan kehendakNya.


Amin


Tuhan Yesus Memberkati


Kamu bisa mendengarkan renungan disini