Renungan Teruna, Senin 04 Mei 2026

Sukacita di Tengah Duka (Filipi 4:4) 

by Kak Rahayu Widya

Filipi 4:4

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Kemarin kita semua berduka karena kehilagan sosok majelis yg baik hati dan ceria

Bagi keluarga yg ditinggalkan, kehilangan seseorang yang kita kasihi, terlebih di usia yang masih tergolong muda, seringkali terasa tidak adil dan sulit dipahami. Hati kita dipenuhi pertanyaan, bahkan mungkin ada perasaan hampa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


Sebagai manusia, wajar jika kita berduka. Bahkan Alkitab pun tidak menutup kenyataan itu. Yesus Kristus sendiri pernah menangis saat menghadapi kematian Lazarus. Ini menunjukkan bahwa air mata bukan tanda kurangnya iman, melainkan ungkapan kasih yang dalam.


Namun, yang menjadi keunikan iman Kristen adalah di tengah duka, kita tetap memiliki alasan untuk bersukacita. Bukan karena kehilangan itu menyenangkan, tetapi karena kita percaya bahwa hidup tidak berhenti pada kematian. Ada pengharapan yang melampaui apa yang mata kita lihat hari ini.


Hari ini, mungkin kita menangis. Tapi di saat yang sama, kita juga memegang pengharapan. Dan di situlah iman kita dinyatakan bukan saat semuanya baik-baik saja, tetapi saat kita tetap percaya, meski hati terasa berat.


Kiranya Roh Kudus memberikan menghiburan dan kekuatan bagi hati yg berduka

Aminn