Renungan Teruna, Kamis 19 Februari 2026

He never gives up (2 Timotius 2:13) 

by Kak Dina Mabikafola 

2 Timotius 2:13

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Pernah ga kamu punya  temen kerkom yang kerjanya kalau dateng telat, terus males-malesan, selama kerkom hanya main game atau main-main ga serius, kita ngerasa kaya cape sendiri, cape mikir, cape tenaga. Waktu kita tegur dia janji untuk berubah tapi kenyataannya kerkom selanjutnta dia tidak berubah, tetep sama, tetep telat, tetep main hp, tetep males dan ga serius. Gimana rasanya klo punya temen kaya gitu? Kesel, ingin marah dan ingin nyerah kan? Kita pasti akan berkata cukup sekali, ga mau lagi satu kelompok sama dia.

Pernah ga kita berpikir bagaimana kalau Tuhan ada di posisi kita? Dan temen kita itu adalah diri kita sendiri? Kita yang sering komitmen sama Tuhan: Tuhan tahun ini aku janji rajin datang ibadah teruna, tidak datang terlambat, Tuhan aku janji lebih rajin doa dan saat teduh, Tuhan aku janji lebih hormat dan sayang orangtua dan saudara, Tuhan aku  janji mau berubah

Setelah beberapa minggu bahkan mungkin beberapa hari kemudian kembali kita gagal lagi. Kembali senang dengan dunia kita, lupa sama komitmen yang sudah dibuat. Pernah ga berpikir bagaimana klo Tuhan menyerah pada kita, Tuhan ga percaya sama janji kita, Tuhan bilang terserah kamu mau apa saja  Aku sudah tidak peduli. Kebayang kan gimana hidup kita? Apakah kita mampu hidup tanpa kehadiran Tuhan? tanpa kasih dan peryertaanNya yang sempurna? Tetapi Tuhan bukan kita, Tuhan kita itu adalah Tuhan yang setia yang tidak pernah menyerah atas hidup kita. Sekalipun kita gagal, Tuhan tidak pernah gagal dalam kesetiaan-Nya.

2 Timotius 2:13 "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia."

Kalau kita pernah berpikir Tuhan menyerah atas kita karena kita yang selalu gagal? Itu karena kita sering mengukur kasih Tuhan dengan standar manusia.

Kalau sahabat berkhianat →  marah.

Kalau orang tua dikecewakan  → kecewa.

Kalau janji dilanggar → hubungan pasti rusak.

Kita pikir Tuhan juga seperti itu.

Komitmen kita mungkin bisa gagal, perasaan kita bisa berubah tapi kesetiaan Tuhan tidak pernah berubah, kasih Tuhan tidak pernah habis bagi kita

Mengapa Tuhan Tidak Menyerah?

1.Karena Kasih-Nya

Karena kasih-Nya bukan kasih yang mudah berubah

Kasih manusia sering bersyarat: kalau kamu berubah, aku tetap tinggal.

Tetapi dalam Alkitab, kasih Tuhan digambarkan setia dan tidak berubah. Ia mengasihi bukan karena kita layak, tapi karena itu sifat-Nya.

2. Karena rencanaNya tetap

Banyak tokoh dalam Alkitab yang gagal, ada yang menyangkal, ada yang jatuh dalam dosa, ada yang lari dari panggilan. Namun Tuhan tetap memulihkan dan memakai mereka.

kegagalan adalah proses pembentukan, bukan tanda bahwa kita ditolak.

3. Karena manusia diciptakan berharga

Dalam kisah penciptaan di Kitab Kejadian, manusia digambarkan diciptakan menurut gambar Allah.

4.Karena Anugerah-Nya selalu cukup

2 Korintus 12:9 berkata, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.”

Tuhan tidak menunggu kita sempurna; Dia bekerja di tengah kelemahan kita.

 

Ade-ade jangan berhenti membuat komitmen hanya karena pernah gagal, jangan menjauh dari Tuhan hanya karena merasa malu.

Buktikan rasa cinta kita kepada Tuhan melalui tindakan nyata dan bukan hanya perkataan saja, jangan pernah menyerah, karena Tuhan tidak pernah menyerah atas hidupmu..Amin

Kamu bisa menyaksikan renungan disini 

Kamu bisa mendengarkan renungan disini