Renungan Teruna, Rabu 18 Februari 2026

Bukan Sisa Waktu (Pengkhotbah 12:1) 

by Kak Dina Mabikafola 

Pengkhotbah 12:1

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"

Waktu kaka remaja, saat Perayaan Paskah di Gereja Kaka dan Papa Kaka ditunjuk mewakili  wilayah  untuk mengikuti  lomba game antar keluarga,  Papa Kaka dan Kaka ditanya beberapa pertanyaan, jawaban ditulis pada kertas, setelah beberapa saat ada tanda/ bel yang dibunyikan dan jawaban yang sudah ditulis diangkat bersamaan.

Game ini untuk mengetahui seberapa dekat hubungan dan seberapa dalam Kaka mengenal Papa kaka dan sebalikanya.

Pertanyaan yang diberikan seputar kebiasaan di rumah, aktivitas rutin di luar rumah, dan hal-hal favorit kita masing-masing. Pertanyaan demi pertanyaan diberikan, ternyata didapati bahwa walau tinggal satu rumah tetapi tidak sedekat yang dibayangkan. Faktanya, karena kaka saat itu remaja, banyak ikut  kegiatan di luar rumah,  paskibra, teater, osis kaka jarang sekali berkomunikasi dan berbicara dari hati ke hati dengan Papa Kaka.

Saat itu kaka sadar bahwa kaka harus banyak meluangkan waktu, berkomunikasi secaara intens sehingga kaka mengenal lebih dalam tentang orangtua kaka sebagai bukti kasih kaka kepada mereka.

Berbeda dengan cerita kaka diatas, Alkitab menjelaskan bahwa Yesus Kristus begitu mengasihi kita, Dia mengenal  kita pribadi lepas pribadi, Mazmur 139 : 1-4 Firman Tuhan berbunyi demikian :

Untuk pemimpin biduan.

Mazmur Daud.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

Bagaimana dengan kita?

Dalam ibadah tanggal 15 Februari kemarin, dalam Firman Tuhan yang dibawakan oleh Ka Daniel, ada pesan yang disampaikan oleh Ka Daniel, “ Jangan sampai kita merasa mengasihi Yesus hanya karena kita tahu banyak tentang Dia, padahal kita jarang meluangkan waktu untuk bersama Dia.

Kita tahu cerita Natal dan Paskah, Kita tahu lagu-lagu rohani, Kita tahu ayat-ayat Alkitab. Tapi pertanyaannya bukan seberapa banyak kita tahu tentang Yesus. Pertanyaannya adalah Sejauh apa kamu mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Apakah kita benar-benar mengasihi Yesus? atau kita hanya mengenal Yesus?

Jujur saja…

Berapa lama kita bisa pegang HP tanpa bosan? Berapa lama kita bisa nonton atau scroll social media tanpa lelah? Tapi kenapa 10 menit doa terasa lama? Kenapa saat teduh setiap hari terasa berat? Kita bilang kita mengasihi Tuhan. Tapi sering kali Tuhan hanya dapat sisa waktu kita. Kita bisa aktif dalam ibadah teruna, aktif pelayanan. Tapi jarang duduk diam di hadapan Tuhan.

Kita tidak bisa bilang kepada seseorang “Aku sayang kamu.” Tapi kita tidak pernah punya waktu untuk dia. Apa itu kasih? Kasih tanpa waktu adalah kata-kata kosong.

Yesus menyerahkan hidup-Nya di kayu salib. Dia disalibkan. Dia menderita. Dia bangkit. Bukan supaya kita cuma tahu nama-Nya. Tapi supaya kita punya hubungan dengan-Nya.

Kita mengganggap bahwa dengan pergi ke gereja setiap hari Minggu sudah cukup sebagai suatu kewajiban. Padahal yang Tuhan Yesus mau ialah kita mengenal suara-Nya,  ada relasi yang dibangun melalui komunikasi dan perjumpaan dengan Dia secara pribadi, menyediakan waktu untuk baca Alkitab secara disiplin, membangun gaya hidup berdoa sebagai bentuk komunikasi untuk mengerti kehendak Nya.

Ade-ade teruslah membangun relasi dengan Tuhan Yesus  mengasihiNya bukan  dari sisa waktu tetapi waktu yang terbaik, sampai pengenalanmu akan Dia lebih dalam dari semua orang yang kamu kenal

Tuhan Yesus memberkati

Kamu bisa menyaksikan renungan disini 

Kamu bisa mendengarkan renungan disini