Renungan Teruna, Selasa 17 Februari 2026

Mengenal Yesus lewat Firman-Nya (Kolose 3:16a) 

by Kak Daniel Hutauruk 

Kolose 3:16a

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu…

Orang Percaya pasti ingin memiliki iman yang kuat, karakter yang dewasa, dan hidup yang mencerminkan Kristus. Tapi pertumbuhan rohani gak terjadi secara otomatis adik-adik. Pertumbuhan selalu membutuhkan asupan yang benar. Dan bagi orang percaya, asupan itu adalah firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah cara Tuhan membentuk cara berpikir kita. Dunia akan terus menawarkan standar yang berbeda tentang sukses, cinta, kebahagiaan, dan nilai diri. Jika kita jarang membaca Alkitab, maka pikiran kita akan lebih mudah dibentuk oleh dunia daripada oleh Tuhan.

Mengenal Yesus gak cukup hanya lewat khotbah seminggu sekali yang kita dengar saat ibadah aja. Kita perlu berjumpa dengan-Nya secara pribadi melalui firman. Kalau kita jarang membaca firman, iman kita akan mudah goyah. Saat masalah datang, kita bingung. Saat godaan muncul, kita lemah. Saat tekanan pergaulan meningkat, kita mudah kompromi. Mengapa? Karena kita tidak memiliki dasar yang kuat.

Mengasihi Yesus berarti memberi waktu untuk mengenal-Nya. Waktu itu mungkin sederhana, misal beberapa menit sebelum sekolah, satu pasal sebelum tidur, atau merenungkan satu ayat sepanjang hari. Yang terpenting bukan lamanya, tetapi konsistensinya. Kasih yang sejati selalu menyediakan waktu. Jika kita berkata mengasihi Yesus, tetapi tidak pernah mau mendengar firman-Nya, maka kasih itu akan sulit bertumbuh. Sebaliknya, ketika kita setia membaca dan merenungkan firman, hati kita akan semakin peka terhadap suara Tuhan.

Firman Tuhan bukan beban tambahan di tengah kesibukan. Justru firman adalah kekuatan yang menolong kita menjalani kesibukan itu dengan hikmat dan ketenangan.

Semoga kita sebagai anak-anak Tuhan tidak hanya aktif dalam banyak hal, tetapi juga bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus—karena semakin kita mengenal Dia melalui firman-Nya, semakin kita mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh. 

 Kamu bisa mendengarkan renungan disini