Follow Kehendak Tuhan (Roma 12:2)
by Kak Rahayu Widya
Roma 12 : 2
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Kadang kita bilang kita mau ikut Tuhan, tapi jujur aja… yang kita harapkan itu Tuhan ikut rencana kita.
Kita doa:
“Tuhan, aku mau ini ya…”
“Tuhan, buka jalan yang ini ya…”
Tanpa sadar, kita bukan lagi follow Tuhan, tapi minta Tuhan yang follow kita.
Padahal jadi pengikut Kristus itu artinya:
bukan Tuhan yang menyesuaikan hidup-Nya dengan kita,
tapi kita yang menyesuaikan hidup kita dengan kehendak Tuhan.
Masalahnya, kehendak Tuhan itu nggak selalu nyaman.
Kadang Tuhan minta kita sabar, padahal kita pengen cepet.
Kadang Tuhan minta kita lepas sesuatu, padahal kita sayang banget.
Kadang Tuhan bawa kita ke jalan yang kita nggak ngerti.
Dan di situ biasanya kita mulai ragu:
“Ini beneran dari Tuhan nggak ya?”
“Atau ini bukan yang aku mau aja?”
Mengikut kehendak Tuhan itu bukan soal perasaan enak,
tapi soal percaya.
Percaya kalau Tuhan lebih tahu.
Percaya kalau rencana-Nya nggak pernah salah.
Percaya kalau sekalipun jalannya beda, hasilnya tetap baik.
Refleksi:
Coba ade-ade ambil waktu sebentar, jujur sama diri sendiri…
Apakah selama ini aku benar-benar mau ikut kehendak Tuhan…
atau aku cuma mau Tuhan setuju sama kehendakku?
Apa ada hal yang Tuhan sudah bilang “jangan”, tapi aku masih pertahanin?
Apa ada langkah yang Tuhan minta aku ambil, tapi aku tunda terus?
Kalau hari ini Tuhan minta aku percaya tanpa ngerti,
aku mau tetap ikut… atau mundur?
Mengikut Tuhan itu bukan cuma saat semuanya jelas,
tapi justru saat kita nggak ngerti, tapi tetap melangkah.
Bukan saat semuanya gampang,
tapi saat kita tetap taat walaupun berat.
Hari ini, mungkin bukan soal ade - ade sudah sejauh apa ikut Tuhan,
tapi apakah kamu benar-benar mau menyerahkan arah hidupmu kepada Tuhan
Mengikut Tuhan itu bukan tentang hidup yang selalu mudah,
tapi tentang arah yang benar.
Karena hidup yang kelihatannya lancar tanpa Tuhan,
ujungnya bisa kosong.
Tapi hidup yang mungkin terasa berat bersama Tuhan,
ujungnya pasti tidak pernah sia-sia.
Jadi hari ini, pilihannya sederhana:
mau tetap jalan dengan kehendak sendiri…
atau mulai belajar berkata,
“Tuhan, aku mau follow kehendak-Mu.”
Kiranya Roh Kudus menuntun kita untuk selalu tunduk pada kehendak Tuhan
Aminn
