Balik ke Realita (Yohanes 16:33)
by Kak Rahayu Widya
Yohanes 16:33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Ada satu hal yang sering kita rasain setelah retreat… Selama di sana, semuanya terasa dekat. Doa terasa hidup. Pujian terasa dalam. Hati terasa lembut, gampang tersentuh.
Tapi… begitu pulang, semuanya mulai berubah. Rutinitas balik lagi. Masalah yang kemarin ditinggal… ternyata masih nunggu. Tekanan, tugas, overthinking semua datang lagi.
Dan pelan-pelan, ade-ade mulai ngerasa:
“Yang kemarin aku rasain itu ke mana ya?”
Ade-ade mulai turun. Bukan karena ade-ade nggak sungguh-sungguh, tapi karena realita memang nggak selalu seindah suasana retreat.
Dan di titik itu, banyak orang mulai berpikir… “Ya udah, mungkin emang cuma momen aja.”
Padahal sebenarnya, yang berubah bukan Tuhan… tapi suasana.
Di Yohanes 16:33, Tuhan bilang: “Dalam dunia ade-ade akan mengalami kesulitan…”
Tuhan nggak pernah janji hidup jadi lebih gampang setelah dekat sama Dia.
Tapi Dia janji satu hal: Dia menyertai.
Artinya, kehidupan setelah retreat itu bukan tentang hidup tanpa masalah,
tapi tentang hidup dengan cara yang berbeda di tengah masalah yang sama.
Masalahnya mungkin masih itu-itu juga.
Lingkungan mungkin belum berubah.
Orang-orang di sekitar ade-ade mungkin masih sama.
Tapi sekarang…
ade-ade yang seharusnya beda.
Beda cara respon.
Beda cara berpikir.
Beda cara bertahan.
Karena kalau semua hanya berhenti di retreat,
itu cuma jadi kenangan.
Tapi kalau ade-ade bawa ke kehidupan sehari-hari,
itu jadi perubahan.
Mungkin hari-hari ke depan nggak selalu terasa “rohani”.
Nggak selalu ada momen haru.
Nggak selalu hati terasa hangat.
Tapi justru di situlah iman diuji.
Bukan saat suasana mendukung,
tapi saat semuanya biasa aja… bahkan berat.
Dan mungkin hari ini Tuhan nggak tanya,
“Seberapa dalam ade-ade tersentuh di retreat?”
Tapi Tuhan tanya,
“Apa yang ade-ade lakukan setelah pulang?”
Karena iman yang nyata bukan terlihat di tempat khusus,
tapi di kehidupan sehari-hari.
Jadi waktu ade-ade balik ke realita…
ingat satu hal sederhana ini:
Tuhan yang ade-ade rasain di retreat kemarin,
adalah Tuhan yang sama
yang berjalan bareng ade-ade hari ini
Refleksi
Coba ambil waktu sebentar…
jujur sama diri sendiri di hadapan Tuhan.
Apakah yang ade-ade rasakan di retreat kemarin
masih dijaga sampai hari ini?
Atau perlahan mulai pudar
karena kesibukan dan keadaan?
Apa satu hal yang Tuhan sudah bicara ke ade-ade waktu retreat,
tapi sampai sekarang belum dilakukan?
Nggak perlu langsung banyak.
Cukup satu langkah kecil…
tapi benar-benar dilakukan.
Karena perubahan yang nyata
selalu dimulai dari keputusan sederhana
yang dilakukan dengan konsisten.
Kiranya Roh Kudus menguatkan iman kita agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan
